Pages: 1 / Entries: 
Blog

  • Comic Making Buku Wajib Membuat Comic Kalangan Universitas gumelar gumelar

    Thursday, 14th April 2011 22:40pm
    Untuk mendapatkan buku Comic Making dapat memesan secara online disini: http://www.bukukita.com/Non-Fiksi-Lainnya/Non-Fiksi-Umum/91641-Comic-Making.html
    Tetapi dapat juga dipesan di Koperasi Karyawan Ultima (UMN) yang ada di lantai dua gedung rektorat dengan membeli langsung ke Lisma atau Lina admin DKV

    sinopsis (ringkasan buku)

    Buku ini merupakan buku ajar Mata Kuliah “Comic Making” bagi akademisi setingkat universitas dan juga bagi para peminat komik terutama yang tertarik pada cara pembuatannya.

    Buku ini selain mengajarkan cara membuat komik juga merupakan basic yang sangat kuat sebelum melangkah menuju pembuatan storyboard untuk animasi maupun movie. Buku ini menjelaskan cara membuat komik, mulai dari ide hingga menjadi komik yang siap untuk diterbitkan. Dengan adanya buku ini, diharapkan dunia pendidikan dan para peminat komik, menjadi lebih baik karyanya serta meningkat levelnya dari pemahaman dan skill sebelumnya.


    thanks
    Comment
  • ULTIMA CINEMA FESTIVAL gumelar gumelar

    Tuesday, 14th December 2010 05:30am
    Ajang Lomba Short Movie (Short Cinema) dan Animasi untuk Mahasiswa Ultima (www.umn.ac.id)bagi yang tertarik segera isi formulir lomba, khusus untuk Animasi, ada 3 kategori yaitu 2D Animation, 3D Animation dan Stop Motion Animation, dimana minimal durasi 30 detik, dan maksimal 2 menit, animasi minimal harus berupa simple storyline, misalnya seorang karakter berlari secara low atau high angle, pada saat bersamaan camera mengitari karakter 360 derajat, lalu karakter menendang bola, dan gol (^_^). Kirimkan karya teman-teman segera, kami tunggu, semangaaaaaat!
    Comment
  • kirim karya terbaikmu gumelar gumelar

    Tuesday, 12th October 2010 22:29pm
    Khusus Ultimatant (mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara) Kirimkan segera karya terbaikmu untuk diterbitkan dalam buku, kesempatan bagus untuk Portfolio
    http://michaelgumelar.blogspot.com/2010/10/100-terbaik-karya-akademis-mahasiswa.html
    Comment
  • Intro to 2D animation part 1 gumelar gumelar

    Tuesday, 7th September 2010 09:16am
    oleh: michael.gumelar©gmail.com, 2002-now


    Artikel ini punya hak cipta dan saya persembahkan sebagai bagian dari Pengabdian pada Masyarakat, Bangsa & Negara kita tercinta, jadi dilarang mencuri artikel ini!.

    Sebelum Kita membahas apa itu 2D animasi, ada baiknya kita mengenal dulu gaya gambar apa saja yang dipakai dalam membuat 2D animasi ini, gaya gambar 2D animasi, sama seperti gaya gambar membuat comic/ komik atau cergam, yaitu :

    A. Cartoon Style: gaya gambar lucu, cartoon artinya gambar lucu, jangan bingung dengan animasi cartoon, animasi cartoon atau film cartoon artinya animasi gambar lucu atau Video/ movie gambar lucu.




















    Komodo Cartoon - Copyright© 2002-now @michael.gumelar@gmail.com
    http://komodo-comic.blogspot.com/


    http://bindapple.com/mighty-mouse-lawsuit/





    http://bestuff.com/stuff/spongebob-squarepants




    http://dvdenlared.com/noticias/una_nueva_aventura_de_b_shin_chan_b_-20060406010104.html

    B. Semi Cartoon/ Semi Realism Style: gaya gambar gabungan Realis dan cartoon, dimana menggabungkan antara gaya gambar lucu dan gaya gambar realis, seperti Caricature adalah ciri yang paling khas.


    http://www.flashmotus.it/images/caricature2/michael_jackson.jpg

    Tetapi ada banyak pula gaya-gaya lainnya tergantung dari skill gambar realis dan cartoon yang digabungkan dan ini merupakan level atau tingkatan dari comic artist itu sendiri.



    http://www.segagagadomain.com/dreamcast-ntsc2/evangelion-typing-e.htm




    http://americanradioworks.publicradio.org/features/japan/d1.html



    http://buycds.wordpress.com/

    C. Realism Style: gaya gambar cenderung realis, dimana gaya gambar comic yang dibuat semirip mungkin mendekati anatomi, postur tubuh, wajah dan ras manusia sesungguhnya.



    http://goodcomics.comicbookresources.com/2008/12/11/comic-book-legends-revealed-185/

    Aliran Realism lebih cenderung gaya gambarnya mengarah pada wajah ras darimana comic tersebut berasal, misalnya comic artist-nya dari Jepang, maka gambar wajah yang digambar cenderung wajah ras Jepang.



    http://www.screwattack.com/node/25379







    Demikian juga USA atau Eropa, maka cenderung untuk menggambar wajah Caucasian, demikian juga ras Negro, ras Timur Tengah, Ras India dan ras Negara kita Indonesia, akan cenderung untuk membuat comic dengan gaya Gambar Realis ras-nya sendiri.

    D. Gaya gambar Fine Art atau Decorative: gaya gambar dimana menggambar sesuai dengan apa yang timbul di fikiran artist-nya, tanpa melihat orang tersebut punya background seni atau tidak, dan hasil karyanya cenderung decorative, tujuan utama adalah rasa seni itu sendiri tanpa diikat oleh bentuk cartoon, semi cartoon & realis itu sendiri. Untuk animasi Fine Art lebih mengarah ke Motion Graphic.





    http://photos.igougo.com/pictures-photos-p264704-Decorative_Art_in_the_Fabric.html



    http://www.wlv.ac.uk/images/cp-fine-art-small.jpg


    Setelah tahu perbedaan tersebut, maka selanjutnya adalah,
    urutan awal membuat animasi, yaitu dengan membuat



    1. Idea: ide yang bisa didapat dari Cerita dan gambar, gambar bisa menjadi 2, yaitu gambar character dan gambar suatu tempat, manakah yang lebih baik, ide dari cerita ataukah dari gambar?, dua-duanya baik, dan bisa muncul salah satunya lebih dulu.




    http://virte.deviantart.com/art/wonderweiss-skecth-40369485

    2. Sketch atau Write Down Your Idea: atau digambar kasar, bila idenya dari gambar dulu, baik Gambar Character atau Tempat tertentu. Bila idenya bukan gambar, berupa fikiran dimana kita tidak bisa menggambar, maka ditulis saja dulu, tetapi kalau kita perhatikan, bukankah text itu juga gambar?. text adalah lambang atau simbol (semiotic) yang punya arti (semantic) dari suara untuk berkomunikasi menggunakan bahasa. Maka Tulis saja ide cerita dan character tadi, ada kok orang yang kaya tapi tidak bisa menggambar, ada banyak, para penulis buku, kebanyakan tidak bisa menggambar, terkecuali buku komik atau cergam tentunya (^_^).

    3. Character Design: Bila kita seorang penggambar, maka proses ini telah terlewati, tetapi bila kita hanya seorang pengarang cerita (book author), maka proses ini harus dijalani, dengan memberikan hasil tulisannya yang berupa konsep karakter dan hal-hal lain yang diperlukan kepada Character designer.




    Ni Putu Intary Copyright© 2002-now @angel.michael@rocketmail.com

    Character design biasanya digambar bergaya Pose dengan tulisan-tulisan penjelasannya yang diperlukan, lalu setelah itu, dibuat gambarnya dari tampak depan, samping dan belakang.


    Character design ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu, tiap karakter harus punya:

    3A. Tampilan Luar (Physic): dimana seorang karakter desain akan membuat tampilan luar ini berdasarkan pada tulisan-tulisan seorang pengarang cerita (story-author).

    3B. Personality (Sifat atau Mind): Suatu karakter yang bagus, harus punya ciri khas yang unik atau Unique Personality, agar karakternya kuat dan mudah diingat, seperti seorang cewek itu cantik, tapi tomboynya ampun-ampun, atau orang itu kaya tapi pelit banget dan hal-hal unik lainnya.

    Personality ini pada umumnya dibagi menjadi 3, yaitu:

    3B1. Protagonist: Karakter Baik.

    3B2. Antagonist: Karakter Jahat

    3B3. Neutralist: karakter Netral, juga lebih sering disebut dengan nama Elder, Guardian, dll.

    Karakter-karakter tersebut terbagi menjadi 3 bagian lagi dalam kategori perannya:

    A. Main Character: Karakter Utama, tidak harus baik, boleh jahat, seperti cerita "Death Note", dimana musuh Karakter Utamanya malah orang yang baik.

    Character Utama juga tidak harus Manusia, boleh non manusia, seperti monster, Alien dan lain-lainnya, apakah harus Humanoid (bentuknya seperti manusia?), tidak harus juga, terserah Anda (^_^).

    Agar character Utama punya keunikan (unique personality) dan mudah diingat (quantum memorizing), maka misalnya untuk karakter protagonis (baik) yang baik sudah jelas, yaitu Baik, sabar, bijaksana dll.

    Tetapi akan lebih menarik bila karakter yang baik punya sifat yang buruk juga, seperti pelit. Maka hal-hal seperti ini akan menjadi unik karakter tersebut, contoh lain, tokoh cewek baik tapi suka makan dan duduk sembarangan.

    Atau untuk karakter animasi cartoon, menjadi sangat menarik bila ada tokoh-tokoh yang dikepalanya cuma ingin menguasai dunia, hanya uang saja dikepalanya hingga berani menukar sahabat dengan uang dan karakter lain-lain yang membuat karakter yang kita buat
    menjadi lebih berkarakter.

    B. Main Rival of Main Character: Karakter Lawan yang Utama, tidak harus jahat, boleh baik, seperti cerita "Death Note", dimana musuh Karakter Utamanya malah orang yang jahat.

    Character Lawan juga tidak harus Manusia, boleh non manusia, seperti monster, Alien dan lain-lainnya, apakah harus Humanoid (bentuknya seperti manusia?), tidak harus juga, terserah Anda (^_^).

    Agar Character Lawan Utama punya keunikan (unique personality), beri dia keunikan lainnya, seperti, dia penjahat, tapi suka memberi uang kecil kepada pengemis misalnya.

    C. Supporting Characters: karakter-karakter yang merupakan teman atau karakter lain yang mensuport karakter utama dan musuh karakter utama.

    Supporting Characters juga tidak harus Manusia, boleh non manusia, seperti monster, Alien dan lain-lainnya, apakah harus Humanoid (bentuknya seperti manusia?), tidak harus juga, terserah Anda (^_^).

    Setelah masalah Personality, maka ada tambahan untuk memperkaya personality tadi yaitu:

    - Logat Bicara & Gaya Bicara: menyiratkan suatu karakter berasal dari sutau tempat tertentu. Seperti Ni Putu Intary, berasal dari Bali, maka gaya bicaranya juga menggunakan Logat Bali.

    Dan bila, perlu melibatkan sedikit kata-kata dan bahasa Bali, misalnya: Kenken Khabare?, yang artinya Bagimana kabarnya atau kata-kata yang melibatkan huruf H, contohnya kata “ ITU”, menjadi “ITHU.”. Bila salah satu karakter berasal dari Madura, maka tambahkan kata NDU REMAK (BAGAIMANA) dan TAK IEU (IYA KHAN), sangat diperlukan sebagai ciri khas asalnya karakter tersebut.

    - Gesture: gerak atau tanda tubuh yang umum kita mengerti, tapi bisa juga sebagai gerak ciri khas tubuh (body language) dari tiap karakter, juga bisa diberikan pada karakter tertentu bila perlu, misalnya karakter A suka meludah bila kesal. karakter B akan gigit jari jika kecewa dan lain-lainnya.



    http://smilemania.com/images/nail_biting.gif


    http://quizilla.teennick.com/user_images/I/IM/IMT/ImTheAntiChrist666/1194921492_athNoteL29.jpg


    - Model Kostum/ baju, Hair Styles & aksesoriesnya: akan membuat karakter yang kita buat semakin terlihat jelas tampilan awal, walaupun karakternya belum berbicara.


    http://wongalus.files.wordpress.com/2009/06/dayak1.jpg

    Misalnya karakter tersebut memakai pakaian ciri khas dayak lengkap dengan aksesories dan senjata khasnya, Mandau, maka saat kakakter tersebut muncul, penikmat karya kita langsung tahu karakter tersebut dari daerah mana.

    Bila seorang kakater memakai pakaian Papua, berarti dia dari Papua? Belum tentu juga, siapa tahu dia memang sedang ikut karnaval misalnya?. Maka kadang menggunakan kostum juga sesuai konteknya (keterkaitannya). Tapi yang pasti kalau memang tokoh tersebut menjadi tokoh tetap atau tidak, tampilan kostum bisa memberi nilai plus untuk memperkuat karakter.

    - Rumah dan Lingkungannya: karakter yang dibuat bisa dilihat darimana asalnya juga bisa dilihat dari bentuk rumah & lingkungan, Misalnya: NI PUTU INTARY, memang tidak berpakaian adat bali, karena semua anak SMP Indonesia kurang lebih memakai Kostum yang sama.















    http://seputar-bali.blogspot.com/2007/10/pura-di-bali.html

    Tetapi Rumah, Lingkungan, Foreground, Background menggambarkan banyak indikasi suasana yang kental citra bali-nya dalam tampilan ceritanya. Misalnya ada candi/ Pura, Penari bali, Pakaian Khas bali, Kegiatan keagamaan di bali misalnya galungan, dll.



    http://blog.tropicalsky.co.uk/wp-content/uploads/2009/04/galungan-festival-offerings.jpg

    4. Facial Expression: Expresi wajah sangat penting untuk digambarkan, expresi wajah ini juga mencerminkan personality dari character yang dibuat. Misalnya si karakter adalah pendiam, tidak suka ngomong, susah dihibur, maka cenderung tidak ada dalam expresi wajahnya tertawa lebar, paling hanya tersenyum saja.

    Facial Expression sangat penting untuk dibuat, bila membuat komik atau animasi dalam team yang melibatkan banyak artist gambar lainnya, agar gambar tiap artist untuk menggambar karakter yang sama bisa seragam dan berkesan sama.

    Ni Putu Intary Facial's expression - Copyright© 2002-now @angel.michael@rocketmail.com

    5. Character Chart: Setelah dibuat facial expression untuk tiap karakter, kini saatnya menggambarkan tiap karakter yang ada dalam satu pengukur yang sama, baik tingginya, maupun menghadapnya, agar kita tahu perbandingan tinggi tiap karakter yang ada.


    Bali - island of the gods - character chart - Copyright© 2002-now @angel.michael@rocketmail.com

    6. Storyline: terkadang disebut dengan nama Storytelling untuk area Asia & Oriental. Storyline adalah segala hal yang berkenaan dengan naskah (dalam bentuk text) di dunia Animasi, Video, Stage, Cinema ataupun Comic disebut dengan nama Storyline.

    Jangan bingung dengan istilah Storyline dalam resensi untuk buku, video atau Cinema, storyline dalam hal ini disebut dengan nama plot, subplot atau bahkan jalan/ alur cerita itu sendiri (story) bahkan juga bisa disebut dengan nama synopsis (resume/ abstract).

    Naskah cerita atau Storyline dalam dunia animasi lebih banyak disusun dalam Script, atau “Animation Script”. Sebenarnya semua script itu sama, baik untuk Cinema, animasi, panggung mamupun seni lainnya yang sejenis.

    Tetapi karena untuk media yang berbeda, maka Script untuk Cinema, Video, TV bahkan Video games disebut dengan istilah Script Writing.

    Screen Writing: Menulis script untuk Cinema, Video, TV dan Video Games.
    Screen Writer : Orang yang membuat Screen Writing.

    Screenplay : Menulis script khusus untuk media Tayang Cinema dan media TV.

    Copy Writing : Menulis script untuk iklan, baik iklan untuk Cinema, Video, TV dan Internet.
    Copy Writer : Orang yang membuat Copy Writing.

    Script Writing : Menulis untuk berbagai media Tayang, bisa Cinema, Video, TV, Stage (panggung) Internet, Comic dan lain-lainnya. Ini adalah istilah paling aman yang bisa dipakai.
    Script Writer : Orang yang membuat Script Writing. Ini adalah istilah paling aman yang bisa dipakai.

    Contoh Storyline:

    Komodo terbangun dari mimpinya, dia berkata “Mimpi yang aneh?”, segera dia mengambil handuk dan bergegas masuk ke kamar mandi yang berada tepat disamping kamar tidurnya tersebut.

    Cerita yang baik sangat penting setelah gerak animasi sangat halus dan alami, sebab sebenarnya ceritalah yang membuat penonton atau pembaca comic menjadi suka dan terpesona dengan cerita yang unik, membuka fikiran dan mempunyai nilai philosophy yang tinggi.

    7. Script: script merupakan kelanjutan dari storyline yang berupa naskah yang siap untuk dipentaskan, dimana sudah lengkap dengan keterangan waktu, tempat, angles, distances dan pelaku-pelakunya yang terlibat dalam pembicaraan (dialogue), aksi ataupun semua hal yang ada dalam adegan yang diperlukan atau disebut dengan nama scene.

    Contoh Script:

    Long Shot - perlahan sedikit zoom in halus, Eye Level View
    Area, kamar tidur, hari ini, jam 05.30
    WIB, Komodo terbangun dari tidurnya

    Close Up Shot - perlahan sedikit zoom out, 3/4 - Eye Level Side View
    Komodo: “Mimpi yang Aneh?”

    Cut to , Medium Shot - Low Angle - still
    Komodo mengambil handuk

    Longshot - High Angle, pan to Bathroom
    Komodo berjalan ke arah kamar mandi yang ada tepat di samping kamar tidurnya.

    8. Storyboard: susunan urut gambar plot, subplot atau scene tertentu yang berguna untuk memprevisualisasikan animasi, Cinema, video, motion graphic, Video games atau interactive media sequence untuk web/ internet.Atau memvisualisasikan Storyline.

    Ada banyak cara membuat Storyboard, tetapi yang paling umum melibatkan:

    1. Cerita & Lingkungan.

    2. Gerak, arah dan Fokus Video Camera (tanda panah)

    3. Gerak dan arah object (tanda panah)

    4. Visual Effects yang dinginkan.

    5. Keterangan-keterangan lain bila diperlukan.


    http://www.collectingfool.com/published/toth-storyboard07.jpg

    Storyboard juga tidak harus berupa gambar, bisa juga berupa photo-photo yang berurut sesuai dengan adegan yang diinginkan dalam pembuatan cinema ataupun video live action (shooting)




    http://www.lul.se/templates/page____6806.aspx




    http://www.mattelder.com/storyDIOpening2.php

    Apakah Comic bisa jadi Storyboard? Bisa, tetapi Comic bukanlah Storyboard (^_^). Lalu bila Comic sudah jadi, apakah perlu membuat storyboard bila ingin di-Cinemakan atau di-animasikan?, terserah, tetapi buat apa membuatnya lagi?. Terkecuali ingin membuat cerita yang lain lagi dari tokoh yang sama.

    Kelanjutannya click link ini.


    naskah, gambar dan video asli yang bukan dari link lain adalah copyright © 2002-now, michael.gumelar@gmail.com, dilarang meng-copy naskah, gambar, video & animasi untuk tehnik 2D animasi hybrid dalam bentuk apapun, yang ada di blog ini tanpa seijin penulis
    Comment
  • test video gumelar gumelar

    Tuesday, 7th September 2010 09:11am
    test v ideo
    Comment
  • test gumelar gumelar

    Monday, 6th September 2010 23:28pm
    test gambar
    Comment

Latest messages

  • Comic... gumelar gumelar

    Thursday, 14th April 2011 22:40pm Untuk mendapatkan buku Comic Making dapat memesan secara online disini:...
  • ULTIMA... gumelar gumelar

    Tuesday, 14th December 2010 05:30am Ajang Lomba Short Movie (Short Cinema) dan Animasi untuk Mahasiswa Ultima (www.umn.ac.id)bagi yang tertarik segera isi formulir lomba, khusus...
  • kirim... gumelar gumelar

    Tuesday, 12th October 2010 22:29pm Khusus Ultimatant (mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara) Kirimkan segera karya terbaikmu untuk diterbitkan dalam buku, kesempatan bagus...